oleh

Warga Sulut Mulai ‘Move On’ Dari Mantos

MANADO, kawanuaterkini.co.id– Seperti hubungan percintaan sepasang anak muda yang sulit ‘Move On’ ketika putus cinta. Mengibaratkan, para pecinta shopping dan refreshing ‘Move On’ dari Mantos (Salah pusat perbelanjaan di Kota Manado, red).

Kata ‘Move On’ ini sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang bermakna ‘pindah’. Namun, banyak orang yang mengasumsikan kata ini dengan arti  yang berbeda, seperti pindah kelain hati, pindah ke lingkungan lain, ataupun melupakan kenangan yang buruk dari masa lalunya.

Nah, sejak pandemi Covid-19 melanda Sulawesi Utara (Sulut) pada medio Maret ini, warga Nyiur Melambai masih juga berbondong-bondong ‘Cuci Mata’ di salah satu toko besar selain Megamall itu.

Namun, dikarenakan terus menyebarnya virus tersebut sehingga pihak manajemen Mantos memutuskan untuk membatasi operasional Tenant, sejak akhir Maret.

Dari pantauan Kawanua Terkini, Selasa (9/6) 2020, aktifitas di toko yang identik dengan atap bercorak awan dan langit itu, masih saja sepi. Hal itu dapat dikatakan bahwa warga Kota Manado dan sekitarnya mulai ‘Move On’ dari Mantos.

Dengan begitu, dampak Virus Corona ini sangat terasa bagi para pemilik Tenant yang belum bisa memulihkan ekonominya. Dari pengumuman yang terpampang di pintu masuk Mantos, hanya sejumlah Tenant yang masih bisa beroperasi. Itu pun hanya puluhan dari ratusan Tenant yang ada.

Dari sisi lain, hidup ‘boros’ atau berfoya-foya dari warga pun mulai berkurang. Bahkan, ada sejumlah warga yang mulai membuka usaha sendiri, seperti aktifitas jual barang dan makanan online. Positifnya, warga sudah bisa menghasilkan uang daripada mengeluarkan uang.

Meski begitu, perputaran ekonomi daerah akan anjlok jika kondisi ini belum pulih. Sebab, pendapatan daerah juga salah satunya dihasilkan dari toko-toko modern seperti Mantos dan Megamall tersebut.

Menurut, Adrianus Willem SE, memang dampak dari Covid-19 ini warga sudah mulai enggan berbelanja di Mall salah satunya Mantos. Bahkan, sudah mulai tahan duit atau irit. Imbasnya di tenant-tenant yang sudah kurang pendapatan untuk bayar karyawan dan operasional.

“Saat ini banyak karyawan, pekerja swasta, tenaga harian lepas dirumahkan bahkan harus kehilangan pekerjaan. Imbasnya mereka tidak memiliki pendapatan. Ini jadi penyebab daya beli berkurang. Orang mulai sadar untuk memprioritaskan kebutuhan primer termasuk ya itu tidak ke mall dan lain-lain. Belum lagi harga barang mulai merangkak naik. Barang-barang yang mampu dibeli sangat terbatas,” tutur alumnus Fakultas Ekonomi Unsrat Manado itu, sembari mengatakan masih banyak warga yang takut ke pusat keramaian karena covid ini.(jil)

Terkini