oleh

Bukan Hanya Siswa, JGE-VB Siapkan Program Beasiswa Berkala Kepada Guru

TOMOHON, kawanuaterkini.co.idUntuk mempertahankan ikon sebagai Kota Pendidikan, tentunya berbagai langkah dan program harus terus dilakukan oleh pemerintah.

Hal ini pun sudah dirancang oleh Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon Nomor Urut Satu, Jilly G Eman dan Virgie Baker (JGE-VB). Bahkan, paslon tersebut menjadikan hal itu sebagai perhatian penting.

Diungkapkan, Calon Wakil Wali Kota Virgie Baker, dirinya bersama JGE akan melakukan kesetaraan dalam kualitas pendidikan di Kota Tomohon. “Ini menjadi perhatian penting dari kami. Pemerataan kesempatan pendidikan itu sebenarnya bukan tentang penyamarataan proses dan input. Karena kondisi masing-masing anak itu berbeda,” tuturnya, dalam Debat Kedua oleh KPU Tomohon, yang digelar di ABI, Sabtu (21/11) 2020.

Kalau memang mempunyai komitmen untuk penyamarataan kesempatan pendidikan, tentu akan memberikan proses yang berbeda terhadap anak-anak. Banyak yang berpikir, kalau dikatakan kesetaraan itu berarti memberikan beasiswa kepada anak untuk masuk ke sekolah mahal.

“Padahal sesungguhnya bukan itu. Justru kita harus memberikan kepada anak-anak, terlepas dari sosial ekonominya, gender-nya dan lokasi rumahnya, untuk semuanya bisa mendapatkan pemerataan daripada kualitas pendidikan,” terangnya.

Caranya, harus berawal dari guru atau tenaga pendidik yang berkualitas. Oleh karena itu, dikatakannya, Paslon Nomot Urut 1, kedepannya secara berkala akan memberikan program beasiswa yang juga kepada tenaga pendidik.

“Tenaga pendidik itu harus minimum lulus S2. Bahkan, akan diadakan kerjasama dengan sekolah-sekolah di luar negeri atau tingkat nasional, untuk ada short course bagi tenaga pendidik,” terang VB.

Beasiswa juga akan diberikan bagi anak-anak berprestasi dan tidak mampu, tidak hanya sampai tingkat SMP dan SMA, bahkan sampai perguruan tinggi. “Karena kami paslon nomor urut satu, benar-benar sadar bahwa sumber daya manusia yang baik adalah yang terpenting untuk kota ini,” tuturnya.

Selain itu, berkaca dari situasi pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya melihat adanya kesenjangan mengenai kualitas pendidikan. Salah satunya, lewat teknologi yang digunakan dalam sistem belajar mengajar. “Anak-anak yang punya akses tentu bisa melakukan pembelajaran jarak jauh dengan baik. Guru bisa membimbing dan orangtua pun bisa bersama-sama,” katanya.

“Tapi yang tidak punya akses teknologi memadai itu yang masih menjadi masalah. Dari situ, terlihat adanya kesenjangan capaian dan kesempatan belajar dari anak-anak. Tentunya, ini akan menjadi PR bagi kita kedepan jika terpilih nanti, untuk menyelesaikan masalah ini dalam waktu cepat,” tambah dia.

Pihaknya juga sudah mempunyai program yakni Merdeka Belajar Tomohon, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini. Dirinya bersama JGE, benar-benar melihat bahwa setiap anak punya potensi masing-masing. “Sebagai orang tua kita tidak bisa menuntut bahwa anak-anak kita harus berprestasi di semua bidang yang sama, serta harus mendapatkan rangking. Masa depan mereka berdasarkan potensi masing-masing dari kecil,” tuturnya.

“Jadi bagaimana tugas dari para tenaga pendidik dan orang tua untuk melihat potensi dari anak-anak itu. Karena saat ini, proses belajar dari anak-anak kita ini adalah, bagaimana dia bisa mengimplementasikan semua proses belajarnya ke dalam pekerjaannya kedepan,” tutup VB.(jil)

Terkini