oleh

Debat Kedua, Visi-Misi JGE-VB Selesaikan Dua Masalah Penting

TOMOHON, kawanuaterkini.co.id  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon menggelar Debat Kedua Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon.

Berbeda dengan debat sebelumnya, kegiatan yang digelar di ABI dan disiarkan secara live streaming, pada Sabtu (21/11) 2020 ini, hanya menghadirkan Calon Wakil Wali Kota, dari ketiga Paslon.

Dalam sesi pertama debat tersebut, Calon Wakil Wali Kota Paslon nomor urut 1, Virgie Baker-Bororing (VB2) memaparkan visi-misi yang dirincikan untuk menyelesaikan dua masalah penting. Pertama, terkait pandemi Covid-19 dan kedua soal masalah air bersih.

Kedua hal itu dinilai menjadi tantangan kedepan jika Paslon JGE-VB terpilih nanti. VB pun mengatakan, untuk kedua tantangan besar ini, pihaknya mempersiapkan berbagai strategi dan program.

Untuk pencegahan Covid-19, dimana pencegahan benar-benar harus disadari bersama. Budaya gotong royong untuk sama-sama mengawasi, serta membantu mereka yang positif dan harus isolasi mandiri, harus dimaksimalkan.

Regulasi mengenai tata cara menyelenggarakan acara, pertemuan akan diberlakukan sambil terus mengevaluasi kondisi yang ada. “Dengan kesadaran penuh bersama, maka kita akan mampu menyelesaikan masalah covid ini. Ini juga sebagai langkah percepatan daerah kita keluar dari berbagai masalah akibat covid,” tuturnya.

Adapun berbagai langkah yang akan dilakukan, yaitu dengan meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit, dengan cara memberikan warga vitamin untuk menjaga imunitas tubuh.

Selain itu, membuat regulasi di bidang ekonomi untuk memberikan relaksasi pajak daerah bagi dunia usaha. “Kami akan membuat program kreatif HAP, supaya anak muda punya daya saing dan UMKM naik kelas. Melalui teknologi digital berupa pelatihan startup dan digitalisasi marketing,” jelasnya.

Bukan hanya itu, di faktor pendidikan akan dievaluasi sistem pendidikan di masa pandemi, untuk segera membuat kurikulum baru yang sesuai dengan kebutuhan anak. Juga, mengevaluasi secara rutin kualitas pendidikan anak di kota ini.

“Juga ada pelatihan terhadap guru dan orang tua, supaya proses belajar mengajar menjadi semakin efektif dan berkualitas. Serta, jaringan wifi gratis akan segera diperluas di tiap balai kelurahan,” tuturnya.

Menurutnya, masyarakat tentunya sangat bergantung kepada kepala daerah, yang mampu menghentikan dampak negatif akibat pandemi Covid-19. “Kalau kami menjadi pemimpin daerah ini, kami yakin mampu menata kembali perekonomian rakyat dalam waktu dekat. Jika warga sehat maka ekonomi pasti kuat,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait tantangan yang kedua yakni air bersih, VB menerangkan ada rumus 3K yaitu, Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Air. “Kalau salah satunya tidak ada berarti tidak akan berjalan. Kami akan memperhatikan hal itu. Dan, yang terjadi saat ini adalah non revenue water (NRW) di Kota Tomohon sudah mencapai 62 persen. Artinya, lebih banyak air yang tidak terdistribusi kepada masyarakat,” katanya.

Hal itu diakibatkan karena jaringan sudah terlalu lama, sehingga kebocoran dimana-mana. Solusinya, harus mengganti seluruh pipa distribusi dengan pipa baru. “Untuk jangka pendeknya adalah menyediakan serta melestarikan sumber mata air, penambahan bak penampung dan juga mobil tangki air,” pungkasnya.(jil)

Terkini