oleh

Pertanyaan VB Soal Perempuan, WL: Tua-Muda Silahkan, Sello: Beri Kesempatan

TOMOHON, kawanuaterkini.co.id Pertanyaan menarik dilontarkan Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut Satu, Virgie Baker (VB), kepada kedua calon lainnya yakni Wenny Lumentut (WL) dan Fransiscus Sello Soekirno, saat Debat Kedua yang digelar KPU Tomohon, di ABI, Sabtu (21/11) 2020.

Saat diberikan kesempatan bertanya, VB mengatakan, perempuan adalah orang yang melahirkan seorang pemimpin. Di Kota Tomohon, berdasarkan data dari BPS jumlah perempuan sebanyak 51.397 jiwa.

Nah, bagaimana menurut para calon wakil wali kota nomor urut dua dan tiga, terkait peran perempuan dalam berpartisipasi untuk kemajuan Kota Tomohon.

Dalam hal ini, terkait tema saat ini yakni dalam peningkatan bidang pendidikan dan pariwisata. “Kiranya ada perempuan yang dipercayakan memimpin kota ini, seberapa besar keyakinan bapak-bapak (WL dan Sello, red), kalau perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari kedua bidang tersebut?,” tanya VB.

Saat menjawab pertanyaan tersebut, Wenny Lumentut mengatakan, pada prinsipnya perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama untuk menduduki suatu jabatan di dalam pemerintahan.

“Kepada siapa saja yang ingin mencalonkan diri, baik dia laki-laki maupun perempuan, tentu semua ada persyaratan. Baik yang muda maupun yang tua. Yang muda silahkan, yang tua juga silahkan,” tuturnya.

Sementara itu, Fransiscus Sello Soekirno menjawab, sebagai orang yang melahirkan pemimpin yang hebat, tentunya kita harus sungguh menghormati para perempuan. “Jangan hanya secara seremonial atau formal. Menghormati secara materil. Kalau bukan karena ibu saya, maka saya tidak bisa berdiri disini menjadi calon wakil wali kota,” ujarnya.

Maka, dia pun memberikan kesempatan yang sama dan kesetaraan kepada kaum perempuan, untuk meningkatkan kesejahteraan baik di bidang pendidikan maupun pariwisata. Juga, berpartisipasi aktif.

“Kalau dia (Perempuan, red) lebih hebat mari kita dukung. Tapi khusus untuk seorang pemimpin besar tentunya perlu, bukan hanya kehebatan seorang perempuan tapi juga keberanian, mentalitas yang tinggi dari segala godaan, ancaman, hambatan yang datang,” bebernya.

Jadi menurutnya, kesetaraan itu wajib, namun demikian untuk sebagai seorang pemimpin, dibutuhkan adalah soal proses pengambilan keputusan secara cepat, tepat, bertahap, bertingkat dan berlanjut. “Kalau ini memang tepat, saya pikir silahkan. Sebagai seorang pemimpin, tentunya harus tegas, berani dan tidak ragu-ragu,” tukasnya.(jil)

Terkini